Kurikulum 2013 sebentar lagi akan diluncurkan dan diterapkan pada pertengahan Juli mendatang alias pada bermulanya tahun ajaran 2013-2014. 

Namun apakah yang dimaksud dengan kurikulum 2013? 



Dalam dunia pendidikan di Indonesia, sudah dikenal beberapa macam kurikulum yang pernah diterapkan dan dipakai di dunia pendidikan seperti Kurikulum '76, Kurikulum'84, Kurikulum 1994, Kurikulum 2004 (KBK), dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 

Dalam beberapa berita yang dimuat dalam media-media nasional banyak yang meolak draft Kurikulum 2013 ini, alasan menolak kurikulum 2013 katanya akan membuat ribuan bahkan jutaan guru kehilangan pekerjaan sebab akan ada banyak kelebihan guru ditengah minimnya jam mengajar yang akan diterapkan pemerintah melalui kurikulu 2013 ini. 

Kurikulum 2013 cenderung mematikan kreatifitas guru dan tidak mempertimbangkan konteks budaya lokal, Kurikulum 2013 guru akan diberikan buku pegangan dan silabus yang isinya sama sekali tanpa memikirkan konteks lokal. Kurikulum 2013 bersifat sentralistik, dan bertentangan dengan semangat reformasi yang menghendaki desentralisasi, yaitu desentralisasi pengelolaan pendidikan. Lagipula Kebijakan perubahan kurikulum inipun dinilai terburu-buru.

Pada Jumat (15/03/2013) Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Koalisi Pendidikan menyerahkan petisi penolakan Kurikulum Baru 2013. Petisi tersebut berisi delapan alasan penolakan terhadap Kurikulum baru ini, berikut Delapan alasan yang termuat dalam Petisi ICW dan Koalisi Pendidikan :


1. Kebijakan perubahan kurikulum terburu-buru
Proses perumusan kebijakan perubahan kurikulum tidak terencana dan terburu-buru. Pemerintah sudah akan melaksanakan Kurikulum Baru pada tahun ajaran baru 2013/2014. Padahal, banyak guru yang belum dibekali dengan pengetahuan Kurikulum Baru yang akan diterapkan itu.

2. Perubahan kurikulum tidak mengacu SNP
Mekanisme perubahan kurikulum tidak mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP). Padahal, Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dengan jelas telah mengamanatkan pemerintah untuk mengembangkan kurikulum dengan mengacu kepada SNP.

3. Pemerintah tidak mengevaluasi kurikulum sebelumnya
Pemerintah ditengarai tidak melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah diterapkan sejak tahun 2006, tapi kini ingin mengubah kurikulum tersebut menjadi Kurikulum 2013.

4. Kurikulum 2013 cenderung mematikan kreatifitas guru
Kurikulum 2013 cenderung mematikan kreatifitas guru dan tidak mempertimbangkan konteks budaya lokal. Kurikulum Baru ini sama saja membodohkan guru karena guru-guru tidak lagi membuat silabus dan LKS karena telah disiapkan oleh kemdikbud.

5. Target training master teacher terlalu ambisius
Menurut Febri, alasan kelima menolak Kurikulum Baru 2013 adalah  target training master teacher terlalu ambisius, sementara buku untuk guru belum dicetak. Guru yang harus disiapkan itu jumlahnya ratusan ribu.

6. Anggaran Kurikulum 2013 yang sangat besar
Anggaran Kurikulum Baru 2013 mencapai angka yang sangat besar, yaitu Rp 2,49 triliun. Tapi lebih dari setengahnya atau Rp 1,3 triliun, akan digunakan untuk proyek pengadaan buku yang berpotensi dikorupsi. Sementara, sudah menjadi rahasia umum bahwa pengadaan buku adalah lahan basah.

7. Pemerintah belum mengeluarkan dokumen Kurikulum 2013
Sampai saat ini pemerintah belum mengeluarkan dokumen kurikulum 2013 resmi. Hal ini memunculkan pertanyaan, bagaimana penyusunan buku dapat dilakukan jika dokumen kurikulum 2013 saja sampai saat ini belum resmi?

8. Pengadaan buku Kurikulum 2013 adalah proyek pemborosan
Pengadaan buku untuk Kurikulum 2013 merupakan proyek pemborosan. Pasalnya, setiap tahun sejak 2008, pemerintah aktif membeli hak cipta buku untuk buku sekolah elektronik (BSE). Jika memang perubahan kurikulum 2013 sudah direncanakan sejak 2010, seharunya pemerintah tidak melakukan pemborosan dengan membeli hak cipta buku yang bisa diganti dengan buku Kurikulum 2013.

Nah, bagaimana dengan Anda? apakah anda menyetujui perubahan Kurikulum yang terkesan dipaksakan dan terburu-buru ini? Salam (NA)

1 Tanggapan:

Terimakasih telah membaca dan menjadi pembaca yang baik. Apapun tanggapan anda, itu mungkin benar menurut anda, tapi apa yang saya tulis adalah hasil dari pemikiran saya, jadi silahkan ungkapkan pendapat anda tentunya dengan meninggalkan nama, bukan anonim.