Membaca adalah suatu aktivitas yang mengasikkan bagi sebagian orang yang sangat menyukainya, membaca juga adalah suatu kegiatan baik yang seharusnya dilakukan oleh berbagai kalangan terutama anak muda dan para pelajar. Membaca menjadi sangat begitu penting karena dapat membuka dan menambah wawasan, selain itu akan banyak sekali hal-hal baru yang akan kita temukan dalam sebuah bacaan, entah itu bacaan yang bersifat ilmiah maupun fiksi dan karya sastra sekalipun, sehingga mampu memberikan pencerahan baru pada pemikiran kita, secara langsung aktivitas membaca akan dapat meningkat kecerdasan intelektual, spiritual, maupun emosional, seorang pembaca.

Namun demikian, dari sekian banyaknya manfaat baik dari membaca tak dapat membuat orang-orang yang tau akan manfaatnya lantas tertarik dan berminat menjadi seorang yang menyukai kegiatan membaca terutama kalangan orang muda dan pelajar khususnya di Indonesia.

Indonesia dicap sebagai negara dengan tingkat minat bacanya rendah dari dahulu bahkan hingga saat semua negara memacu diri untuk menjadi negara yang mampu bersaing disegala bidang seperti saat ini, hal ini terbukti dari berbagai survei atau penelitian dari lembaga internasional maupun nasional, antara lain laporan International Association for Evaluation of Educational pada tahun 1992 dalam sebuah studi kemampuan membaca murid-murid sekolah dasar kelas IV pada 30 negara, Indonesia menempati urutan ke-29 peringkat kedua terakhir, setingkat di atas Venezuela. Badan Pusat Statistik Tahun 2006 mengeluarkan data bahwa masyarakat Indonesia belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama dalam mendapatkan informasi. Masyarakat lebih memilih menonton televisi (85,9%) dan/atau mendengarkan radio (40,3%) daripada membaca koran (23,5%).

Selain data-data yang ada di atas UNESCO juga menyebutkan bahwa minat baca masyarakat yang paling rendah di ASEAN adalah negara Indonesia, masyarakat Indonesia yang baru sekitar 0,001, artinya dari seribu penduduk, hanya ada satu orang yang masih memiliki minat baca tinggi.

Data statistik pengunjung Perpustakaan Nasional juga mnunjukan statistik yang begitu rendah, data statistik pengunjung Perpusnas tahun 2011, jumlahnya hanya sebanyak 38.100 orang yang datang berkunjung, terbilang angka yang kecil.

Rendahnya minat baca tersebut amat memprihatinkan sebab akan dapat menjadi salah satu indikator dari Kualitas Pembangunan Manusia Indonesia yang rendah. Ciri bangsa yang maju adalah budaya membaca dan menulisnya tinggi. Semoga bangsa ini dapat semakin membudayakan membaca dengan demikian juga berarti menulis akan ikut membudaya dan menjadi bangsa ini akan menjadi suatu bangsa yang maju. Semoga. (NA)

Sumber :

-Artikel “Galakkan Baca Buku untuk Kemajuan Bangsa”, Media Indonesia, 17 Mei 2010.
-http://www.bps.go.id

4 Tanggapan:

Terimakasih telah membaca dan menjadi pembaca yang baik. Apapun tanggapan anda, itu mungkin benar menurut anda, tapi apa yang saya tulis adalah hasil dari pemikiran saya, jadi silahkan ungkapkan pendapat anda tentunya dengan meninggalkan nama, bukan anonim.