Bagi masyarakat Kota Pontianak Nama PANGSUMA sudah tidak asing lagi karena merupakan nama gelanggang olahraga paling populer di kota ini, yakni GOR Pangsuma. Tidak hanya itu, di berbagai ibukota kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat juga mengabadikan nama "Pangsuma" sebagai nama jalan di dalam kota, serta menjadi nama Bandar Udara di Kota Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu. Lalu siapa sebenarnya Pangsuma ini ? mengapa namanya begitu populer di Kalimantan Barat.
Cerita Perjuangan rakyat Kalimantan Barat dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Negara ini belum banyak di angkat dalam bentuk tulisan maupun sangat jarang terdengar melalui cerita dari mulut ke mulut, sehingga menyebabkan tidak banyak orang yang tahu tentang sosok Pangsuma ini, yang merupakan tokoh pejuang lokal di Kalimantan Barat.
Setelah beberapa saat mencari tahu tentang asal-usul serta cerita mengenai siapa tokoh Pangsuma ini saya mendapatkan beberapa sumber, salah satunya adalah sumber tulisan dari sebuah Group di Facebook yakni KAMEx ( Komunitas Fesbux'ers MELIAU) dan mendapati sebuah topik diskusi yang ditulis oleh Nak Niknuk yang berjudul Kisah PANGSUMA, serta berbagai sumber lainnya ( lihat sumber di bagian bawah).
Tokoh Pangsuma, sebenarnya hingga kini tak ada yang dapat memastikan di mana dan kapan ia lahir. "Namun menurut penuturan cucu pengawal Pangsuma, Sera, atau lebih dikenal dengan Pang Ronda, menuturkan bahwa Pangsuma berasal dari dusun di Kecamatan Toba bernama Nek Bindang. Pangsuma merupakan nama panggilan, dalam Bahasa Meliau merupakan penggabungan dua suku kata yakni Pang berarti bapak dan Suma adalah nama anaknya." (Sumber : https://www.facebook.com/topic.php?uid=125109351793&topic=9019).![]() |
| Makam Pangsuma yang terletak di Kota Meliau |
Konon Pangsuma berjuang dalam membebaskan negerinya dari penjajah hanya dengan berbekal keberanian dan sebilah Sabur (sejenis mandau/parang panjang), Pangsuma berhasil membunuh pimpinan Jepang di tiga lokasi yakni Sekucing Balai Bekuak (sekarang terletak di perbatasan Kabupaten Ketapang dan Kecamatan Toba Kabupaten Sanggau), kedua di Desa Kunyil Kecamatan Meliau dan ketiga di pusat Kota Meliau sendiri yang merupakan basisnya Jepang. Oleh karena keberhasilannya tersebut Pangsuma merupakan sosok yang oleh Jepang dianggap membahakan kedudukannya, untuk itu Jepang membayar teman seperguruan Pangsuma untuk membunuh Pangsuma. Pangsuma ditembak bersama adiknya, namun sang adik dapat menyelamatkan diri, tetapi perjuangan Pangsuma berakhir dengan meninggalnya beliau di bawah jembatan, yang saat ini berlokasi disebelah dermaga Meliau dan tidak jauh dari tempat itulah Pangsuma dimakamkan. Kini berdiri sebuah tugu yang diberi nama Tugu Pangsuma.
Menurut Sumber lain ( http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara_(1942-1945) ) Pangsuma melakukan perlawanan terhadap Jepang dengan bergerilya untuk mengganggu aktivitas Jepang di Kalimantan. Sampai meletuslah sebuah peperangan yang disebut Perang Majang Desa ( April-Agustus 1944) di daerah Tayan-Meliau-Batang Tarang (Kabupaten Sanggau). Perang meletus karena disebabkan karena adanya pemukulan Jepang terhadap salah satu tenaga kerja Dayak di antara sekitar 130 pekerja oleh pengawas Jepang, pada sebuah perusahaan kayu Jepang, perang ini menyebabkan korban sekitar 600 pejuang kemerdekaan dibunuh oleh Jepang, termasuk salah satunya Pangsuma.
Kisah perjuangan rakyat lokal Kalimantan Barat yang semestinya diketahui oleh para generasi yang telah menikmati kemerdekaan di masa sekarang justru sering terlupakan. Semoga bangsa ini tetap menghargai jasa para pahlawannya, yang telah mengorbankan nyawanya untuk merebut serta mempertahankan kemerdekaan negeri ini.
Source :
- https://www.facebook.com/group.php?gid=125109351793 : Group Facebook KAMEx ( KoMunitas fEsbuX'ers MELIAU.
- https://www.facebook.com/topic.php?uid=125109351793&topic=9019
- http://id.wikipedia.org/wiki/Pang_Suma
- http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara_(1942-1945)
Image Source :
Sabtu, 24 September 2011 bertempat di Rumah Mimpi komplek Taman Gitananda Pontianak diadakannya kegiatan ON|OFF Chat 2011 Roadshow, dengan Komunitas BELETER sebagai panitia lokal Pontianak. Kegiatan ini mengusung tema "Start Up and Social Media"dan dibagi dengan dua sesi. Sesi pertama berupa seminar dan workshop dengan tiga pembicara yakni Djunita Permata Indah ( Co-founder Startup Lokal Pontianak E-Campus Radio ), Aulia Halimatussadiah ( Woman Onlinepreneur dan Penulis ), dan Emi Dewi ( Co-founder Startup E-Event ). Ketiga pembicara ini membagikan pengalamannya membangun start up mereka serta berbagi tips dan trik kepada peserta dalam membangun start up.
| Suasana Seminar dan Workshop |
Pembicara pertama Aulia Halimatussadiah atau biasa disapa mbak Olli menjelaskan bagaimana ia memulai membangun start up nya yakni kutukutubuku(dot)com dan nulisbuku(dot)com. kemudian pembicara kedua adalah Djunita Permata Indah seorang Co-Founder E-Campus Radio yang merupakan Startup Lokal Pontianak, yang membicarakan apa itu E-Campus Radio sekaligus memperkenalkannya serta siapa-siapa saja yang terlibat di dalamnya, tidak hanya rekan-rekan mahasiswa di Pontianak, tetapi ada juga dari surabaya dan Lampung. Pembicara ketiga yaitu Emi Dewi menguraikan tentang Start Up EEvent miliknya.
Setelah sesi seminar dan Workshop usai pukul 12.45 wib, diselingi dengan istirahat makan siang dan Sholat. Kemudian kegiatan diisi dengan forum diskusi yang terdiri dari beberapa kelompok, dimana isi diskusi ini membahas ide-ide yang dimiliki peserta tentang start up apa yang ingin mereka bangun, dan kemudian dipresentasikan di depan semua peserta yang lainnya. Ide terbaik dari sesi ini mendapat sebuah penghargaan berupa Plakat dan akan mendapat bimbingan untuk membangun start up itu nantinya dari para pembicara seminar.
Setelah presentasi semua peserta selesai, pembicara seminar menentukan ide mana yang menurut mereka ide terbaik di sesi diskusi ini, dan yang terpilih adalah ide dari kelompok 4 yang ingin membangun start up yang menyediakan "Wisata Primitif", Ide yang kreatif.
| Peserta dengan ide terbaik. |
Setelah itu acara selesai sekitar pukul 14.30 wib dan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan pembicara kegiatan ini.
| Peserta Kegiatan. |
Acara tidak terhenti sampai disini, sebab pada malam harinya yakni pukul 19.00 wib dilanjutkan dengan "Kopdar Komunitas" dengan mengusung tema "Kode Etik Bersosial Media" dengan pembicara Dwi Wahyudi ketua Komunitas Beleter. kegiatan ini diisi dengan pembahasan bagaimana menggunakan sosial media secara baik, dan beretika agar tidak merugikan suatu pihak manapun.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 21.30 wib, dengan diterimanya sebuah notebook Acer AspireOne Happy oleh saudari Djunita Permata Indah karena memenangkan Kuis Twitter yang diselenggarakan dari pukul 17.00 sampai dengan pengumuman pemenang tersebut, dan kuis tersebut dipersembahkan oleh Acer Indonesia.
Seluruh rangkaian acara ON|OFF ID Chat Pontianak ini terselenggara atas dukungan onoffid.org, US Embassy Jakarta, Maverick, dan panitia lokal Beleter Community.
Sebelumnya saya telah memposting artikel Tayan (Bagian 1) : Sejarahnya yang merupakan sedikit ulasan mengenai sejarah Tayan dimasa lampau.
Kali ini dalam rangkaian tulisan saya mengenai Tayan akan saya tampilkan Tayan dalam gambar.
Gambar dibawah ini diperkirakan diambil sekitar tahun 1979 pada saat peresmian tugu Pancasila yang terletak di Terminal Desa Kawat, Kecamatan Tayan Hilir.
![]() |
| Foto diperbaharui oleh : Dedek Januardi |
![]() |
| Foto diperbaharui oleh : Dedek Januardi |
Dan, dibawah ini adalah kondisi sekarang ini.
![]() |
| Foto Karya : Edy Setiawan |
Tugu Pancasila yang seringkali menjadi ikon masyarakat Tayan Hilir ini mengalami beberapa kali perubahan dalam segi warna, tetapi bentuknya masih tetap sama hingga saat ini.
Beberapa gambaran tentang Kota Tayan lainnya.
![]() |
| Desa Kawat | Captured by : Edy Setiawan |
Di dalam Kota Tayan terdapat sebuah pulau yang juga bernama sama yakni Pulau Tayan, yang terletak di tengah Sungai Kapuas dan juga dikenal sebagai China Town di Tayan karena mayoritas penduduk di pulau tersebut adalah etnis Chinesse. Sebelum Jalan Trans Kalimantan dibangun sebangai jalur yang menghubungkan Kalimantan maupun sebagai jalan antar negara, Pulau Tayan merupakan pusat ekonomi masyarakat Tayan.
![]() |
| Pulau Tayan |
![]() |
| Pulau Tayan | Captured by : Edy Setiawan |
Pada bagian Timur Pulau Tayan juga terdapat obyek wisata musiman, yakni Pasir Tayan, obyek wisata ini merupakan obyek wisata musiman yang hanya akan ada saat musim kemarau, panjangnya bisa mencapai 1 KM pada saat kemarau panjang.
![]() |
| Pasir Tayan | Sebuah tempat wisata musiman | Captured by : Beny Isyameka |
Tayan juga dilintasi Jalan Trans Kalimantan poros selatan, yang merupakan jalan arteri primer dan merupakan salah satu lintas utama perekonomian di Kalimantan. Jalur ini untuk sementara waktu terputus oleh adanya sungai Kapuas yang membelah kota Tayan, untuk itulah akan dibangun sebuah jembatan sebagai penghubung yang diperkirakan akan memiliki panjang total 1354 meter, dan akan terdiri atas dua jembatan, yakni Jembatan Desa Kawat-Pulau tayan dan Pulau Tayan-Dusun Piasak dengan Llbar jembatan 11,5 meter dua jalur. Pembuatan jembatan ini diperkirakan membutuhkan biaya Rp 500 miliar. Untuk jembatan Rp 450 miliar. Jalan penghubung Rp 50 miliar.
| Rancangan Jembatan Tayan |
Sumber Lain :
- Group Facebook Tayan Social Network : https://www.facebook.com/groups/tayansocialnetwork/
- www.borneotribune.com : http://www.borneotribune.com/headline/jembatan-tayan-penyambung-nadi-trans-kalimantan.html
Pontianak, 20 September 2011 bertempat di halaman Makorem 121 ABW Kalimantan Barat atau biasa disebut Taman Alun-Alun Kota Pontianak, sekitar pukul 15.00 wib dimulainya acara pembukaan Festival Budaya Bumi Khatulistiwa ke 10 dan KALBAR EXPO ke 7.
![]() |
| Para Tamu Undangan Pembukaan FBBK X dan Kalbar Expo VII | Sumber Gambar [ KLIK ] |
Acara sendiri dibuka dengan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" dan dilanjutkan dengan kata sambutan dan laporan dari ketua pelaksana FBBK 2011.
Acara pembukaan Festival Budaya Bumi Khatulistiwa ke 10 dan KALBAR EXPO ke 7 ini dimeriahkan oleh Tarian "Gempita Khatulistiwa" dari sanggar Andari, dan Marching Band dari Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Tanjungpura.
![]() |
| Tarian Gempita Khatulistiwa | Sumber Gambar [ KLIK ] |
Selanjutnya diadakan pawai keliling berbagai kontingen yang mengikuti kegiatan ini, dengan melewati rute Makorem, RRI, Jalan Jendral Urip, Jalan Johar, KH A Dahlan, dan Sultan Syarief Abdurahman dan Finish Pontianak Convention Center yang merupakan tempat penyelenggaraan kegiatan KALBAR EXPO ke-7 hingga 24 September nanti.
Kegiatan yang menjadi agenda dua tahunan Disbudpar Kalimantan Barat ini bertujuan menghimpun berbagai Etnis yang ada di Kalimantan barat ke dalam indahnya budaya yang beraneka ragam yang dapat menjadi pemersatu dan sebagai ciri khas kebudayaan Kalimantan Barat. Semoga kegiatan ini lancar dan dapat menjadi andalan pariwisata Kalimantan Barat ke depannya.
Sumber Gambar :
Kekerasan seperti sudah menjadi budaya di negeri ini, mengapa tidak? lagi-lagi sebuah kasus kekerasan terjadi lagi di sebuah lembaga pendidikan yaitu SMAN 6 Mahakam, Jakarta.
Melalui sebuah judul tulisan "Sulutan Api di Bumi Mahakam" seorang pelajar dari SMA tersebut, sebutlah bernama Indraswari Pangestu mencoba menjelaskan apa yang terjadi berdasarkan yang ia lihat sendiri.
Menurut tulisannya ( http://monkeydonkeyrules.blogspot.com/2011/09/sulutan-api-di-bumi-mahakam.html ) Kejadian itu bermula dari datangnya para wartawan untuk mengambil berita tentang tawuran antar SMA, yakni SMAN 6 Mahakam, dan SMAN 70 Bulungan pada hari Jumat yang lalu (16/9/2011).
Kejadian yang terjadi selepas para siswa SMAN 6 Mahakam melaksanakan ujian semester tersebut dipicu para wartawan yang berusaha masuk ke dalam gerbang SMAN 6 Mahakam untuk mengambil gambar, lantaran emosi para siswa merampas kaset milik wartawan.
![]() |
| Wartawan yang naik ke atas atap | Sumber gambar [ KLIK ] |
Kejadian berlanjut dengan adanya salah satu wartawan yang naik ke atas atap SMA tersebut, setelah itu terjadi kericuhan yang terjadi di depan gerbang, kericuhan tersebut terjadi antara siswa-siswa SMAN 6 Mahakam dan para wartawan.
Berita ini saya ketahui ketika membuka akun twitter saya dan mengecek Trending Topic hari ini, ternyata frasa "Anak SMA" masuk sebagai salah satu trending topik. Lalu saya segera mencari informasi mengenai trending topic tersebut, dan mendapatkan berita seperti yang diatas.
Sebuah kekerasan terjadi lagi di bumi Indonesia, dan hal ini cukup memalukan karena terjadi antara insan pers dan insan yang berpendidikan. Tidak selayaknya, terlepas dari siapa pihak yang salah, seharusnya tidak terjadi bentuk-bentuk kekerasan seperti ini. Sangat disayangkan.
Sumber :
Kamis 15 September 2011, bertempat di Takalar Convention Hall, Grand Mahkota Hotel Pontianak diselenggarakannya pendampingan dan pembentukan Relawan TIK Kalimantan Barat. Relawan TIK memiliki Tujuan untuk bisa membantu pemerintah dalam mewujudkan visi masyarakat informasi Indonesia 2015.
Sebelum pukul 09.00 wib, para peserta sudah berdatangan, peserta yang datang di acara tersebut terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar maupun pengajar, mahasiswa, kalangan media, maupun wirausahawan. Sebelum memasuki ruangan peserta yang datang wajib melakukan registrasi terlebih dahulu di meja registrasi yang tepat berada di depan pintu Takalar Convention Hall.
| Proses Registrasi Peserta |
Tepat pukul 09.10 wib (menurut jam tangan saya) acara dibuka oleh mbak Wasti Pratiwi selaku pembawa acara dan dimulai dengan lagu Indonesia Raya, yang dinyanyikan oleh seluruh peserta yang hadir saat itu.
| Bpk. Edi Siswono memberikan kata sambutan. |
Setelah lagu Indonesia Raya selesai dikumandangkan, acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari Bapak Edi Siswono yang mewakili Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kalimantan Barat, kemudian dilanjutkan kata sambutan dari perwakilan Direktur Pemberdayaan Informatika RI sekaligus membuka acara secara resmi.
| Perwakilan Kominfo |
| Suasana coffee break |
Setelah coffee break usai, acara pun dilanjutkan dengan diskusi panel yang dimulai tepat pukul 10.00 wib dan dibawakan oleh tiga orang pemateri. Yakni perwakilan dari Dirjen Aplikasi Kemkominfo RI, perwakilan dari Dishubkominfo Kalbar, serta perwakilan dari Komunitas yang ada di Kalbar.
Beberapa hal yang disampaikan pemateri maupun para penanya dari peserta pada sesi diskusi panel adalah menyangkut tentang apa dan bagaimana Relawan TIK yang merupakan NGO (Non Governmental Organization ) berplat merah karena merupakan bentukan dari lembaga pemerintah dalam hal ini Kemkominfo, ucap salah satu penyampai materi perwakilan dari Kemkominfo RI. Selain itu juga dibahas seputar permasalahan penggunaan internet yang kian menjamur di Indonesia dan pengaruh negatif serta positifnya. Permasalahan seputar organisasi yang bergerak di bidang TIK yang ada di Kalimantan Barat juga mendapat porsi untuk dibahas pada sesi diskusi panel ini.
| Pemateri Diskusi Panel |
Selepas sesi diskusi panel diselenggarakan, diselenggarakannya penyerahan kepengurusan kepada pengurus Relawan TIK Kalimantan Barat yang kemudian susunan kepengurusannya dibacakan oleh Bapak Dwi Wahyudi, SE yang juga selaku Ketua Relawan TIK Provinsi Kalimantan Barat. Kepengurusan Relawan TIK Kalimantan Barat secara lengkapnya sebagai berikut :
Ketua : Dwi Wahyudi, SE
Wakil Ketua : Muhammad Irhamna
Sekretaris : Wasti Pratiwi, ST
Kordinator Pelatihan : Rahman Raden
Kordinator Humas : Zakarias Idris
Kordinator Litbang : Natalius Abidin
Kordinator IT : Hajon Mahdy Mahmudin
Saat penyerahan ini Saudara Hajon Mahdy Mahmudin berhalangan hadir.
| Saat penyerahan. |
Dengan adanya Relawan TIK yang memiliki visi "Menjadikan Relawan TIK sebagai pribadi, sekaligus warga masyarakat unggulan, yang siap siaga mengemban misi sosial, kemasyarakatan dan kemanusiaan bagi pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan/penguasaan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi untuk kemaslahatan masyarakat dan kemajuan bangsa" dapat benar-benar membantu masyarakat dalam hal penggunaan internet yang optimal serta sehat dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara. Semoga. (NA)
Seluruh Foto merupakan karya Tryanto ( http://fotoborneo.com/ )
Refferensi : http://relawan-tik.org
![]() |
| Aliran Sungai Tayan |
Tayan, sebuah nama sungai yang memiliki panjang 110, 12 Km (1) yang mengalir dan bermuara di sungai terpanjang di Indonesia yakni Sungai Kapuas. Tayan juga merupakan nama sebuah kota kecil yang menjadi sebuah ibukota Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki luas 1050,50 Kilometer Persegi (2), yang terletak di jalur lintas darat kalimantan dan lintas negara dan berjarak lebih kurang 100 Km dari ibukota Provinsi Kalimantan Barat, yakni kota Pontianak.
![]() |
| Posisi Kota Tayan |
Kota kecil yang digadang-gadangkan sebagai calon ibukota dari calon Kabupaten Tayan ini memiliki sejarah yang cukup panjang, yang bermula dari berdirinya sebuah kerajaan yang bernama sama Kerajaan Tayan, yang didirikan oleh seorang putra dari prabu Brawijaya yang bernama Gusti Lekar yang meninggalkan kerajaan Tanjungpura yang sering terjadi peperangan (3), namun ada juga yang menyebutkan bahwa Gusti Lekar mendapat misi menyelamatkan benda pusaka milik kerajaan Tanjungpura dan akhirnya mendarat di Tayan dan mendirikan kerajaan Tayan, namun hingga saat tulisan ini diturunkan penulis belum dapat memastikan mana yang benar diantara kedua sejarah tersebut. Berikut sekilas tentang pemimpin pemerintahan Kerajaan/Penambahan Tayan setelah mangkatnya Gusti Lekar.
- Gusti Ramal dengan Gelar Pangeran Marta Jaya Yuda Kesuma
- Suma Yuda dengan gelar Panembahan Tua
- Gusti Mekah dengan gelar Panembahan Nata Kesuma
- Utin Belondo/Ratu Utin Belondo, tetapi pemerintahan dijalankan oleh suaminya Gusti Hassan Pangeran Ratu Kesuma dengan gelar Panembahan Mangku Negara Surya Kesuma
- Gusti Inding dengan gelar sama dengan ayahnya Panembahan Mangku Negara Surya Kesuma tetapi kemudian Belanda menggantilkan gelarnya menjadi Panembahan Anum Paku Negara Surya Kesuma
- Gusti Kerma Ratu Paku Negara dengan gelar Panembahan Adiningrat Kesuma Negara
- Gusti Mohamad Ali/Gusti Inding dengan gelar Paku Negar Surya Kesuma
- Gusti Tamzid Pengeran dengan gelar Panembahan Anum Paku Negara
- Gusti Jafar Panembahan Anum Adi Negara (Salah satu korban keganasan Jepang di Mandor)
- Gusti Ismail dengan gelar Paku Negara yang kemudian karena berakhirnya pemerintahan swaparja menjadi Wedana Tayan dan kemudian dipindahkan ibukotanya ke Sanggau
- Suma Yuda dengan gelar Panembahan Tua
- Gusti Mekah dengan gelar Panembahan Nata Kesuma
- Utin Belondo/Ratu Utin Belondo, tetapi pemerintahan dijalankan oleh suaminya Gusti Hassan Pangeran Ratu Kesuma dengan gelar Panembahan Mangku Negara Surya Kesuma
- Gusti Inding dengan gelar sama dengan ayahnya Panembahan Mangku Negara Surya Kesuma tetapi kemudian Belanda menggantilkan gelarnya menjadi Panembahan Anum Paku Negara Surya Kesuma
- Gusti Kerma Ratu Paku Negara dengan gelar Panembahan Adiningrat Kesuma Negara
- Gusti Mohamad Ali/Gusti Inding dengan gelar Paku Negar Surya Kesuma
- Gusti Tamzid Pengeran dengan gelar Panembahan Anum Paku Negara
- Gusti Jafar Panembahan Anum Adi Negara (Salah satu korban keganasan Jepang di Mandor)
- Gusti Ismail dengan gelar Paku Negara yang kemudian karena berakhirnya pemerintahan swaparja menjadi Wedana Tayan dan kemudian dipindahkan ibukotanya ke Sanggau
Dalam perjalanan sejarah juga Nama Tayan merupakan sebuah nama negara swapraja yang dibentuk pada tahun 1909 bersamaan dengan dibentuknya negara swapraja Meliau (4).
Setelah Indonesia diproklamasikan pada Tanggal 17 Agustus 1945 yang dimana Borneo-Belanda (Kalimantan) adalah termasuk dalam salah satu propinsi dari Republik Indonesia. Pada Tanggal 28 Oktober 1946 dibentuk sebuah "Dewan Kalimantan Barat", yang menjadi Daerah Istimewa Kalimantan Barat pada tanggal 27 Mei 1947, dan Sultan Hamid II dari Kesultanan Pontianak menjadi kepala daerah. Wilayah istimewa ini terdiri atas 13 kerajaan sebagai swapraja seperti pada zaman Hindia Belanda yaitu Sambas, Pontianak, Mempawah, Landak, Kubu, Tayan, Meliau, Sekadau, Sintang, Selimbau, Simpang, Sukadana dan Matan (4).
![]() |
| Keraton Tayan |
Salah satu bukti peninggalan Kerajaan Tayan yang masih ada saat ini adalah sebuah bangunan Keraton Pakunegara Kesuma yang merupakan salah satu dari lima cagar budaya yang ada di Kalimantan Barat berdasarkan KEPUTUSAN MENTERI KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA Nomor : KM.10/PW.007/MKP/03 TENTANG PENETAPAN GEREJA TUA SEJIRAM, KERATON KERAJAAN TAYAN, RUMAH ADAT BETANG PANJANG, KERATON SANGGAU, DAN KERATON KERAJAAN SINTANG YANG BERLOKASI DI WILAYAH PROPINSI KALIMANTAN BARAT SEBAGAI BENDA CAGAR BUDAYA DAN/ATAU SITUS YANG DILINDUNGI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1992. Selain itu juga terdapat tiga buah meriam berada di halaman keraton tersebut yang bertuliskan tahun masehi 1698, serta sebuah Masjid yang kesemuanya berkondisi kurang terawat, sebab hanya mendapatkan perawatan dari ahli waris keraton serta warga sekitar.
Tulisan tentang Tayan ini akan saya buat menjadi tulisan berseri, sampai ketemu di bagian ke-2 (NA)
Sumber :
(1) : http://www.nusaland.com/travel/map/108263.php
(2) : http://www.pontianakonline.com/sanggau/equatopedia/pemerintahan/kecamatan.htm
(3) : http://www.pontianakonline.com/sanggau/equatopedia/sejarah/tayan.htm
(4) : http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan
![]() |
| Erianto Anas |
Erianto Anas, siapa dia?
Erianto Anas didalam postingan ini saya singkat menjadi EA atau Mas EA adalah seorang penulis, ada juga yang menyebutnya (bahkan dirinya sendiri) sebagai guru di suatu SMK yang diindikasikan di kota Padang.
EA dikenal sebagai penulis blog, kompasioner, dan sekaligus member di forum VIVANews. Anda sekalian dapat menjumpai tulisan beliau di Blog pribadinya yaitu Blogernas yang ia daulat sebagai Universitas Maya dan dia sendiri sebagai Rektor sekaligus seorang profesor disana.
Lalu apa istimewanya sosok EA sendiri? EA sempat kondang diberitakan sebagai salah satu sasaran Pepy CS yang menjadi aktor sibalik teror bom buku yang meledak di Utan Kayu dan yang ditemukan di rumah kediaman musisi Ahmad Dhani. Ia di cap sebagai penganut Islam Liberal dan bahkan ada yang menilai ia telah merusak nilai-nilai agama Islam itu sendiri melalui tulisan-tulisannya di blog maupun di Kompasiana dengan menggunakan judul-judul yang kontroversial, dan selalu memancing minat orang lain membaca tulisan beliau. Kendati begitu masih banyak yang bersimpati terhadap EA dan menganggap beliau sebagai penulis yang jenius.
Untuk dapat lebih mengetahui EA anda bisa langsung meluncur ke blog EA di alamat : http://blogernas.blogspot.com/ serta di akun kompasiana EA : http://www.kompasiana.com/eaprotes
Selain itu EA juga bersahabat di dunia maya ( blog) dengan seorang penulis sejenis yang memiliki karakter tulisan serupa yakni mbak Ester Wijayanti.
Bagaimana tulisan-tulisan mereka yang katanya selalu mengundang kontroversi itu? silahkan anda sekalian meluncur ke blog milik mereka.
Trip to Kelam Hill, sudah betul apa tidak ya judul yang saya buat ? (Bahasa Inggris saya jelek sekali soalnya). Tapi tidak apa-apa lanjutkan saja.
Sebelum saya menceritakan tentang perjalanan ke Bukit Kelam ada baiknya saya memaparkan sedikit tentang Taman Wisata Alam Bukit Kelam yang menurut cerita legenda Bujang Beji dan Tumenggung Marubai. Bujang Beji dan Tumenggung Marubai merupakan kepala kelompok para penangkap ikan di Negeri Sintang. Bujang Beji beserta kelompoknya menguasai Sungai Kapuas, sedangkan Tumenggung Marubai beserta kelompoknya menguasai Sungai Melawi. Karena perbedaan hasil tangkapan ikan, muncul niat jahat Bujang Beji untuk menutup aliran sungan Melawi dengan batu besar. Lalu ia pergi ke Kapuas Hulu untuk mengangkat batu besar yang terdapat di puncak bukit Nanga Silat dan membawanya ke Sungai Melawi. Namun, di persimpangan Sungai Kapuas dan Sungai Melawi, dewi-dewi dari kayangan menertawakannya beramai-ramai. Tatkala mendongakan kepala mencari asal suara, tanpa disadarinya, ia menginjak duri beracun. Seketika itu juga batu yang dipikulnya terlepas dan kemudian terbenam di suatu tempat yang bernama Jetak. Menurut legendanya, batu besar yang terbenam itu kemudian tumbuh perlahan-lahan menjadi sebuah bukit. Sekarang ini, bukit tersebut dikenal dengan Bukit Kelam. Kawasan Bukit Kelam ditetapkan menjadi kawasan wisata alam oleh pemerintah pusat melalui surat keputusan menteri kehutanan RI nomor 594/Kpts-II/92 tanggal 06 Juni 1992. Di puncak bukitnya terdapat gua alam yang dijadikan tempat budidaya sarang burung walet oleh warga sekitar. Taman wisata alam Bukit Kelam ini terletak di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang.
Sebelum saya menceritakan tentang perjalanan ke Bukit Kelam ada baiknya saya memaparkan sedikit tentang Taman Wisata Alam Bukit Kelam yang menurut cerita legenda Bujang Beji dan Tumenggung Marubai. Bujang Beji dan Tumenggung Marubai merupakan kepala kelompok para penangkap ikan di Negeri Sintang. Bujang Beji beserta kelompoknya menguasai Sungai Kapuas, sedangkan Tumenggung Marubai beserta kelompoknya menguasai Sungai Melawi. Karena perbedaan hasil tangkapan ikan, muncul niat jahat Bujang Beji untuk menutup aliran sungan Melawi dengan batu besar. Lalu ia pergi ke Kapuas Hulu untuk mengangkat batu besar yang terdapat di puncak bukit Nanga Silat dan membawanya ke Sungai Melawi. Namun, di persimpangan Sungai Kapuas dan Sungai Melawi, dewi-dewi dari kayangan menertawakannya beramai-ramai. Tatkala mendongakan kepala mencari asal suara, tanpa disadarinya, ia menginjak duri beracun. Seketika itu juga batu yang dipikulnya terlepas dan kemudian terbenam di suatu tempat yang bernama Jetak. Menurut legendanya, batu besar yang terbenam itu kemudian tumbuh perlahan-lahan menjadi sebuah bukit. Sekarang ini, bukit tersebut dikenal dengan Bukit Kelam. Kawasan Bukit Kelam ditetapkan menjadi kawasan wisata alam oleh pemerintah pusat melalui surat keputusan menteri kehutanan RI nomor 594/Kpts-II/92 tanggal 06 Juni 1992. Di puncak bukitnya terdapat gua alam yang dijadikan tempat budidaya sarang burung walet oleh warga sekitar. Taman wisata alam Bukit Kelam ini terletak di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang.
Ya, sekarang tentang perjalanan kami ke Bukit Kelam Kabupaten Sintang, Perjalanan ini kami lakukan untuk mengisi masa akhir liburan kami sebelum beraktifitas seperti biasanya. Subuh 5 September 2011 tepat pukul 04.15 WIB kami memulai perjalanan dari kota kami ( Tayan Hilir ), mengapa saya menyebut kami karena ada tiga orang termasuk saya yang melakukan perjalanan ini, yakni bersama teman saya Budi, dan Tri. Satu Jam perjalanan kami menjejaki kota Kecamatan Tayan Hulu yakni Sosok, suasana pagi hari yang sangat-sangat indah dan menyejukan mengiringi perjalanan kami yang menggunakan kendaraan roda dua. Pukul 07.05 WIB kami pun menjejaki Kota Sanggau dan kami beristirahat sejenak dirumah rekan kami di Sanggau sembari ingin mengetahui bagaimana kondisi tempat yang akan kami tuju, sebab mereka sehari sebelumnya sudah terlebih dahulu mendaki dan mereka telah kembali. Rute Sanggau-Sekadau adalah rute yang kami tempuh selanjutnya, dan rute ini adalah yang paling parah, sebab kondisi jalan yang rusak, dan berlubang, dan 5 KM menjelang kota Sekadau dihiasi dengan kondisi jalanan yang berdebu. Sesampai di Kota Sekadau kami bertiga pun beristirahat sejenak sembari berbelanja untuk kebutuhan di tempat tujuan kami nanti seperti makanan serta minuman, karena apabila membeli di sekitar tempat yang akan kami tuju kemungkinan besar harganya akan jauh lebih mahal, hitung-hitung menghemat biaya.
Cukup lama kami beristirahat di Kota Sekadau yakni hingga pukul 11.30 WIB, kamipun melanjutkan perjalanan kami menuju Kota Sintang, sehingga tepat pukul 13.00 kami tiba di Kota Sintang.
Sekitar 3 Km memasuki kota Sintang pemandangan Bukit Kelam darikejauhan pun sudah nampak, kira-kira 20 Km lagi kami akan sampai di lokasi tujuan kami, oleh karena itu kami bersemangat sekali, sehingga kami bertiga tanpa berhenti di Kota Sintang.
Tepat pukul 14.00 kami tiba di tempat yakni di bawah kaki Bukit Kelam yang berlokasi di Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang, dan kami bersegera mencari tempat menitipkan kendaraan kami di rumah penduduk setempat, karena kami akan menginap di puncak Kelam nantinya. Kami bertiga pun segera menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk dapat mendaki ke puncak Bukit Kelam hingga pukul 14.30 persiapan kamipun selesai dan siap-siap memulai pendakian kami. Setelah mendapat petunjuk serta berbagai keterangan dari penduduk sekitar tentang keadaan dan kondisi di atas kami pun segera mendaki bukit batu itu.
Pada awal pendakian masih dengan kondisi landai yang belum membuat kami merasa capai hingga menjumpai tangga besi yang pertama, yang kira-kira memiliki sudut kemiringan 50 derajat. Saat sebelum menaiki tangga pertama ini salah satu teman kami menyatakan untuk tidak ikut sampai di puncak sehingga tinggal kami berdua ( saya dan Budi ) yang meneruskan perjalanan kami ke puncak pada pukul 15.45 WIB.
Semakin jauh kami melangkah mendaki keadaan dan kondisi rute pendakian pun semakin curam, hingga memaksa kami berdua untuk beristirahat sejenak sambil memuaskan dahaga kami dengan minum air dari perbekalan yang kami bawa. Setelah sekitar 15 menit beristirahat kami pun berjumpa dengan tangga besi yang kedua, tangga kedua semakin curam dari tangga pertama, dan semakin panjang.
Kami melanjutkan perjalanan hingga pukul 17.45 WIB, tepat sebelum menaiki tangga ke 3 kami beristirahat. Karena mempertimbangkan keadaan sudah mulai gelap dan matahari menunjukan rona kemerah-merahan senjanya kami berdua memutuskan mendirikan bivak/tenda, untuk tempat kami berteduh dan tidur pada malam harinya.
Cukup lama kami beristirahat di Kota Sekadau yakni hingga pukul 11.30 WIB, kamipun melanjutkan perjalanan kami menuju Kota Sintang, sehingga tepat pukul 13.00 kami tiba di Kota Sintang.
Sekitar 3 Km memasuki kota Sintang pemandangan Bukit Kelam darikejauhan pun sudah nampak, kira-kira 20 Km lagi kami akan sampai di lokasi tujuan kami, oleh karena itu kami bersemangat sekali, sehingga kami bertiga tanpa berhenti di Kota Sintang.
| Keadaan di Kaki Bukit |
| Kedua Teman Saya ( Kiri : Tri.S Kanan : Budi ) Sesaat Sebelum Pendakian |
Pada awal pendakian masih dengan kondisi landai yang belum membuat kami merasa capai hingga menjumpai tangga besi yang pertama, yang kira-kira memiliki sudut kemiringan 50 derajat. Saat sebelum menaiki tangga pertama ini salah satu teman kami menyatakan untuk tidak ikut sampai di puncak sehingga tinggal kami berdua ( saya dan Budi ) yang meneruskan perjalanan kami ke puncak pada pukul 15.45 WIB.
Semakin jauh kami melangkah mendaki keadaan dan kondisi rute pendakian pun semakin curam, hingga memaksa kami berdua untuk beristirahat sejenak sambil memuaskan dahaga kami dengan minum air dari perbekalan yang kami bawa. Setelah sekitar 15 menit beristirahat kami pun berjumpa dengan tangga besi yang kedua, tangga kedua semakin curam dari tangga pertama, dan semakin panjang.
| Saya di Tangga ke-2 |
| Tenda tempat kami berdua bermalam |
Pada saat malam kami menginap kondisi tenda kami diguyur gerimis yang membuat kami berdua hanya bisa berdiam diri di dalam tenda sambil menikmati keadaan malam dari atas bukit dengan pemandangan kota Sintang dari kejauhan, dan membuat kami tertidur lebih awal.
Pagi ( 6 September 2011) sekitar puku 06.00 WIB teman saya Budi sudah terlebih dahulu bangun, dan segera ia membangunkan saya. Saat kami berdua sedang menikmati sejuknya cuaca pagi ada 2 orang yang turun dari puncak, ternyata mereka menginap di pondok tempat penduduk setempat menjaga sarang walet milik mereka, yang lokasinya diceritakan tidak jauh lagi dari puncak.
| Kedua pendaki lainnya saat melintasi tempat kami bermalam |
Setelah membereskan tenda serta tempat kami menginap pukul 07.00 WIB kami melanjutkan perjalanan kami menuju puncak. Tepat di atas kami bermalam adalah tangga ke empat yang merupakan tangga terpanjang dan sangat terjal yakni 80-90 derajat kemiringannya, setelah tangga ke empat sekitar 1 jam perjalanan kami beristirahat sejenak di pondok tempat warga sekitar menjaga sarang walet milik mereka, sambil beristirahat kami mengisi perbekalan kami (air) karena disini terdapat bak tempat menampung air. Air yang ada disini jernih dan sejuk karena memang merupakan bersumber dari air gunung alami.
Bersambung ........................ Trip To Kelam Hill (2)
Kalimantan Barat merupakan sebuah Provinsi yang sangat kaya akan Sumber Daya Alam dan merupakan provinsi yang cukup majemuk karena diketahui oleh orang Kalimantan Barat sendiri ada tiga Suku Bangsa besar yang mendiami provinsi ini yakni Melayu, Dayak, dan Etnis Cina. Khusus pada suku dayak, banyak terdapat sub suku dayak di provinsi ini. "Kata Dayak sendiri selain berasal dari bahasa Dayak Kendayan, juga berasal dari bahasa Dayak kenyah dan Dayak lainnya, yakni dari istilah kata ” Daya” yang memiliki dua arti yakni “daerah hulu” dan “kekuatan“. ketika ada orang lain yang menanyai seseorang yang hendak ke daerah hulu dimasa lampau dengan kalimat dalam bahasa Dayak Kendayan seperti ini: Ampus Ka mane kau? maka akan di jawab oleh orang yang di tanyai sebagai berikut: Aku Ampus ka daya…yang artinya ” pergi ke mana kau? aku pergi ke hulu”. Dimasa dahulu dalam naskah-naskah Jawa kuno pulau kalimantan disebut “Nusa Kencana” yang bearti pulau emas, namun oleh orang Jawa kebanyakkan lebih sering disebut “Tanah Sabrang” penghuninya adalah “Orang Sabrang” sebutan orang Dayak oleh orang Jawa di masa lampau". (dikutip keseluruhannya {yang bercetak miring} dari http://suaraborneo.com/?p=1826 ).
Salah satu sub suku dayak tersebut adalah Sub Suku Dayak Jawant ( Jawa + NT ) adalah nama sub suku Dayak yang sebagian besar mendiami daerah aliran sungai menterap Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat.
Sebelumnya anda para pembaca jangan mengira saya akan menuliskan tentang suku Jawa yang merupakan salah satu suku terbesar yang ada di Indonesia. Seperti yang saya jelaskan di paragraf pertama bahwa Jawant adalah nama dari sub suku Sayak yang ada di Kabupaten Sekadau.
Hal yang identik dengan sub suku ini adalah DAS ( Daerah Aliran Sungai ) Menterap yang merupakan anak sungai dari Sungai Sekadau, karena sebagian besar sub suku ini mendiami kampung-kampung di sekitar DAS sungai Menterap seperti Roca, Boti, Sulang Botong, Mondi, Nate Kelampe, Tapang Birah, Gintong, Engkorong, Sungai Gontin, Bongkit dan Sengiang.
![]() |
| Sungai Menterap (Sumber Gambar : http://jawant.blogspot.com/) |
Salah satu peninggalan Kebudayaan Jawant saat ini adalah Rumah Pasah semacam musium kampung dimana segala macam sisa-sisa barang-barang kuno disimpan. (termasuk sisa jarahan para pemburu barang-barang antik) yang terletak di Kampung/Desa Boti, yang merupakan kampung tertua di antara kampung-kampung Jawant lainnya. Selain itu banyak lagi bentuk kebudayaan asli suku dayak Jawant yang masih terpelihara dengan baik hingga saat ini seperti Upacara "Nyapat Taun" yakni sebuah upacara ucapan syukur atas keberhasilan panen padi yang diselenggarakan di sekitar bulan Mei-Juni setiap tahunnya. Kemudian upacara adat menyambut tamu, saat menyambut tamu kehormatan yang akan datang di kampung orang Dayak Jawant.
Selain Jawant sebagai nama Sub Suku Dayak, Jawant sendiri adalah nama bahasa yang merupakan salah satu bahasa yang terbesar jumlah penuturnya di Kecamatan Sekadau Hulu, selain bahasa-bahasa dayak lainnya. Bahasa ini memiliki fonologi sendiri, dan mengenai fonologi bahasa Dayak Jawant anda dapat membaca skripsi Mahasiswa FKIP, Universitas Tanjungpura Pontianak, saudara Aan Agustinus, skripsi ini dapat anda lihat di perpustakaan FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak.
Bukan sebuah kebetulan saya adalah putra dari ayah yang bersuku Dayak Jawant dan ibu yang juga bersuku dayak Jawant, percakapan kami sehari-hari dirumah menggunakan/menuturkan bahasa dayak jawant.
Bukan sebuah kebetulan saya adalah putra dari ayah yang bersuku Dayak Jawant dan ibu yang juga bersuku dayak Jawant, percakapan kami sehari-hari dirumah menggunakan/menuturkan bahasa dayak jawant.
Sumber :
Kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Tayan Hilir khususnya dengan masuknya berbagai macam perusahaan maupun di industri di kota kecil ini, yang sebentar lagi akan disebut sebagai "Tayan Kota Industri." Namun apakah hal ini akan berdampak baik bagi masyarakat tayan itu Sendiri ?
Sebut saja Proyek CGA PT. Aneka Tambang, Tbk yang disebut-sebut sebagai proyek pertambangan alumina terbesar di Indonesia, yang menjadi harapan masyarakat sekitar untuk dapat memperbaiki taraf ekonominya, setidaknya dengan mendapatkan pekerjaan di sana. Namun apakah hal ini terwujud? Tanyakan pada masyarakat sekitar, apakah perusahaan-perusahaan di sekitar mereka sudah menyerap tenaga kerja dari daerah dimana perusahaan itu beroperasi? Banyak yang menjawab belum. Mengapa hal ini bisa terjadi? apakah karena skill atau Sumber Daya Manusia masyarakat sekitar yang tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan perusahaan tersebut, atau memang adanya penyebab yang lain ? Tentu hal ini menjadi problematika sendiri, masyarakat sekitar menuntut untuk dapat di pekerjakan, dan perusahaan dengan berbagai alasan ( termasuk alasan kurangnya kualitas SDM masyarakat sekitar ) tidak mempekerjakan masyarakat sekitar tersebut.
![]() |
| Tayan dari Udara |
Apakah masyarakat Tayan Hilir sendiri sudah siap dengan segala keuntungan serta resiko yang akan dihadapi kedepan?
Apakah masyarakat Tayan Hilir sudah menyiapkan SDM nya yang layak dan handal yang siap menjadi pekerja yang dapat dipakai oleh berbagai perusahaan tersebut? seperti halnya SDAnya yang sangat kaya tersebut, yang siap dikeruk habis-habisan oleh para investor yang menanamkan uangnya di berbagai perusahaan itu?
Atau, masyarakat Tayan Hilir akan menjadi penonton di tanahnya sendiri ? menyaksikan tanahnya di keruk tanpa dapat menikmati hasil tanah dan buminya? ( NA )
Belum lama ini warga Kalimantan Barat mendapat berita yang cukup mengejutkan, karena terjadi gempa bumi di wilayah Kota Singkawang dan sekitarnya, yang belum pernah terjadi sebelumnya di Kalimantan Barat, menurut beberapa sumber informasi seperti koran-koran lokal maupun portal berita di internet tidak ada korban jiwa ataupun sedikit sekali kerugian material yang ditimbulkan peristiwa ini.
Selasa, 30 Agustus 2011 kembali terjadi sebuah bencana di bumi Kalimantan Barat tepatnya di Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, sekitar 51 rumah mengalami kerusakan cukup berat dan rata dengan tanah di hantam angin puting beliung. Kejadian ini seperti yang diberitakan oleh TribunNews.Com terjadi antara pukul 16.30 hingga pukul 17.00. Kerusakan yang diakibatkan musibah itu cukup parah yakni banyak pohon-pohon tumbang dan bangunan seperti gereja, koramil, sekolah, dan beberapa fasilitas umum lainnya mengalami rusakparah.
Oleh bupati Sanggau Setiman H. Sudin, bencana ini ditetapkan sebagai Bencana Daerah serta beliau juga memberikan bantuan berupa 1,4 ton beras, uang Rp.10 juta, tenda, serta makanan cepat saji kepada warga yang menjadi korban. ( NA )
Intisari dari berita TribunNews.Com Regional Kalimantan.
http://www.tribunnews.com/2011/09/02/200-rumah-dihantam-puting-beliung-koramil-rata-dengan-tanah
http://www.tribunnews.com/2011/09/02/puting-beliung-di-sanggau-ditetapkan-sebagai-bencana-daerah


.jpg)

















