Natalius Abidin |
11:53:00 AM |
6
Tanggapan
 |
| Patung Bunda Maria yang dipenggal kepalanya |
Pagi ini Jumat, 16 Desember 2011 seperti biasa saya menjalani aktifitas Online saya, salah satunya membuka situs mikrobloging ternama, menyimak beberapa Timeline dari teman-teman, dan seketika saya menyaksikan sebuah Timeline dari seorang blogger (Pak @dv77) yang sering saya kunjungi di alamat http://donnyverdian.net/ yang kebetulan sama seperti saya seorang Kristiani, disalah satu status beliau saya melihat ia mencaci perusak Patung Maria, lantas ini membuat saya bertanya, dan terus mencari tahu, ada apa ini. Setelah keliling-keliling ke berbagai website, ternyata saya mendapatkan sebuah berita tentang Aksi Vandalisme bermotif SARA, dan ini kembali terjadi di Bumi Indonesia, Gua Maria Sendang Prawita Sinar Surya, atau lebih dikenal dengan Gua Maria Tawangmangu, kemarin (Kamis, 15 Desember 2011) dirusak oleh pihak yang tak bertanggung jawab. ( Dari pesan singkat yang ditulis Romo Sunaryadi Pr dari Pastoran Gereja Santo Pius Karanganyar, Solo kepada Uskup Agung Semarang, Monsinyur Johanes Pujasumarta Pr, kejadian diperkirakan terjadi pada hari Rabu tanggal 14 Desember 2011 sekitar pukul 23.30. Tempat wisata ziarah umat Katolik tersebut ditemukan porak poranda. Salib selebar 1.5 meter digotong dari tempatnya dan dibuang entah kemana. Kotak tempat air suci dihancurkan. Patung-patung malaikat juga dirusak. Dan yang paling mengenaskan, patung Bunda Maria dipenggal kepalanya dan penggalannya juga tak dapat ditemukan. Sumber : http://www.sesawi.net/2011/12/15/patung-maria-di-gua-sendang-prawita-tawangmangu-dipenggal/ )
Peristiwa semacam ini jelas sekali melukai perasaan umat Katolik dan menodai kerukunan beragama di tanah air ini. Apalagi saat ini adalah masa Adven, dimana umat katolik dalam masa persiapan, dan memeperbaiki diri dan meningkatkan imannya dalam menyambut kedatangan kembali Sang Mesias dalam bentuk peringatan Kelahiran Yesus Kristus.
Tetapi apapun yang terjadi, emosi tak boleh terpancing, segala emosi masih dapat diredam, ada pihak yang berwenang yang mengurus segalanya dan mencari siapa pelakunya. Bosan melihat kekisruhan di belahan bumi yang namanya Indonesia ini, biarlah benda fisik tersebut dirusak, yang terpenting Iman kita jangan sampai rusak, ini hanya suatu tindakan untuk memancing emosi, oleh karena itu, redam emosi kita, jika terpancing, justru sang pelaku malah terbahak-bahak mentertawai. Salam (NA)
Category:
Agama,
celoteh,
Kata-kata,
Tumpahan Rasa
wah ngikutin timeline mas Donny juga toh. Jelas dalam dunia netizen emosi itu wajar. Karna berita-berita yg kita baca selalu baru dan penuh kejutan. Pastinya keharusan mengatur emosi wajib.
BalasHapusHehe, kebetulan pagi tadi mengikuti mas... Ya, Emosi yang mesti diatur dalam menyikapi hal yang beginian.
BalasHapussiapapun yang mengingkari Yesus Sang Mesias pasti akan celaka,apalagi yang menghianatiNya.Lihatlah orang 2 yang telah berpaling meninggalkan YESUS!Banyak mendapatkan masalah kan?Terutama yang menyatakan dirinya MUALAF so pasti akan kualat Yakinlah itu,iman kita selalu diuji,sabarlah!
BalasHapusKita yang sabar pasti mendapat karunia rachmat yang berkelimpahan.Amin!
Lha trus kalo ngga bole emosi gimana? Suruh sabar aja melulu gitu? Kata orang ada batasnya lho, Mas Bair :)
BalasHapushmmmm,....
BalasHapuswah kok baru baca post yang ini yah? baru tau ada aksi vandalisme kayak gini. ckck. kayaknya susah amat hidup rukun di sini.. -___-
BalasHapus