Dayak, adalah nama suatu suku atau rumpun suku yang sebagian besar tersebar di pulau Kalimantan, baik itu Kalimantan milik Indonesia maupun Negara bagian Sarawak dan Sabah, Malaysia.

Stephanus Djuweng, pendiri dan peneliti senior Institut Dayakologi dalam Paper yang dipresentasikan dalam lokakarya United Nation Economic and Social Council (UNESCO) di Jakarta Tahun 1999 yang berjudul PEMBANGUNAN DAN PENINDASAN menyebutkan bahwa "Dayak adalah sebutan kolektif terhadap sekitar 405 kelompok etnolinguistik yang mendiami pulau Borneo. Mereka menamakan/dinamakan Iban, Kayan, Kenyah, Kanayatn, Maanyan, Ngajuk, Uut Danum, Bidayuh, Simpang, Pompakng, dan lain-lain. Menurut para peneliti, penamaan ini berdasarkan kesamaan Hukum Adat, Ritual Kematian dan Bahasa. Sebenyarnya penamaan sub-suku Dayak juga dapat didasarkan pada letak geografis kawasan adat mereka"

Dayak,  mengapa masih dianggap primitif ? mengapa muncul pertanyaan seperti ini?
Berdasarkan apa yang saya (penulis) alami sendiri maupun mendengar cerita dari teman-teman yang sering bepergian ke luar Kalimantan, banyak yang bertanya dan masih menganggap bahwa suku Dayak itu masih primitif, kejam, kanibal, primitif, berekor, dan sebagainya. Mengapa masih terekam di ingatan orang-orang luar pulau Kalimantan bahwa suku Dayak masih primitif, kejam, kanibal, primitif, berekor, dan sebagainya ? 

Untuk menjawab dan mencari tahu mengapa citra suku dayak sebagai suku yang masih primitif begitu melekat di pikiran orang luar pulau kalimantan perlu berbagai penelusuran yang lebih mendalam sehingga diketahui penyebab pastinya.

Berikut ini hanya pola pikiran saya ketika terdengar lontaran kalimat bahwa "Dayak itu masih Primitif" adalah :
  • Dijaman Modern ini, orang Dayak masih selalu dianggap primitif mungkin disebabkan oleh masih terbelakangnya dan belum diserapnya ilmu pengetahuan oleh masyarakat Dayak yang masih menetap di daerah pedalaman, dan inipun populasinya semakin berkurang, tetapi hal ini bukan menjadi suatu alasan menyebutkan Dayak secara umum, sebab masyarakat Dayak pada umumnya sudah mengenal pendidikan modern.
  • Adanya tradisi purba/kuno"Ngayau" yang merupakan  tradisi Suku Dayak. Pada tradisi Ngayau yang sesungguhnya, Ngayau tidak lepas dari korban kepala manusia dari pihak musuh. Citra yang paling populer tentang Kalimantan selama ini adalah yang berkaitan dengan berburu kepala (Ngayau). Karya Bock, The Head Hunters of Borneo yang diterbitkan di Inggris pada tahun 1881 banyak menyumbang terhadap terciptanya citra Dayak sebagai “orang-orang pemburu kepala”.

Dua hal pokok tersebut yang menyebabkan pola pikir orang luar Kalimantan masih menganggap suku Dayak khususnya sebagai suatu suku yang masih terbelakang, primitif, dan sebagainya. Padahal jika mereka datang sendiri ke Kalimantan situasi yang berbeda 180ยบ dari pemikiran mereka selama ini akan mereka temui, bagaimana menurut anda?

Image Source : http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Dayak

20 Tanggapan:

  1. Terbelakang mungkin karena tak mengenal teknologi, sebenarnya ada beberapa dayak yang sudah terpelajar tapi masih senang menggunakan pakaian adat. Jadi mereka itu ngga bisa dikatakan primitif, tho? :D

    BalasHapus
  2. Betul mas, Dayak sekarang sudah memiliki peradaban yang maju dan tidak kalah saing dengan peradaban lain.

    BalasHapus
  3. klo bgi saya sih biasa spt suku yg lain, aplgi skrg smua sdh mnggunakan tknlgi

    BalasHapus
  4. Health : makasih mas/mbak... benar kita semua sama kita itu satu...

    BalasHapus
  5. wah..... yg nulis blok ne 100% mengarang bebas. itu tidak benar sy sbg putra daerah dayak, jgn mengambil referensi data sblm ada lahir kemudian mempublikasikan skrg. sy tdk setuju dgn tulisan anda ne. buktinya skrg putra daerah khususnya dayak, mengenyam pendidik S1,S2,S3 di pulau jawa smpai keluar negeri

    BalasHapus
  6. betul tuh yg disebut primitif akibat poin ke dua (ngayau) kalau masalah pakaian adat itu tidak termasuk primitif, orang jepang aja sering pakai pakian adat tidak primitif asal pakaiannya yang menutupi badan

    BalasHapus
  7. mungkin itu semua benar, tp duluu...skrng sudah maju koq...

    1 kata tentang kalimantan: Panassssnya naujubile...huft.. ^^.

    salam,
    Stylish Generation

    BalasHapus
  8. mungkin karena suku dayak masih sangat mempertahankan tradisinya, tapi ini cuma berlaku bagi dayak yang masih tinggal di pedalaman..
    untuk suku dayak yang sudah tidak tingal diperdalaman mereka sudah sangat mengenal teknologi loh..

    SALAM

    entertainment-geek

    BalasHapus
  9. Anonim : "wah..... yg nulis blok ne 100% mengarang bebas. itu tidak benar sy sbg putra daerah dayak, jgn mengambil referensi data sblm ada lahir kemudian mempublikasikan skrg. sy tdk setuju dgn tulisan anda ne. buktinya skrg putra daerah khususnya dayak, mengenyam pendidik S1,S2,S3 di pulau jawa smpai keluar negeri"

    baca dulu ya pak/bu yang jelas. Maaf saya juga seorang putra Dayak, dan disini yang saya angkat itu "MENGAPA DAYAK DIMATA YANG LAIN MASIH DIANGGAP PRIMITIF" bukan mengatakannya primitif.

    BalasHapus
  10. asas : makasih pak pendapatnya, pakaian gak mencerminkan sifat primitifnya.

    Punya Tia : Kalimantan sekarang sudah maju, dan benar sekali panas nya luar biasa, bagi yang baru pertamakali kesini ...

    Jimmy : makasih, tapi bukan berarti tradisi dayak itu primitif semuanya,bahkan banyak sekali nilai-nilai yang patut dilestarikan

    BalasHapus
  11. Saya pernah bertugas sebagai seorang imam di pedalaman KALBAR, tepatnya di Kabupaten Kapuas Hulu. Hal yang menarik selama tiga tahun berkarya adalah, saya mendapatkan adanya sebuah aturan-aturan adat yang sangat mementingkan persaudaraan, keluarga, dan kelestriaan alam. Mungkin hal itu yang saya lihat sebagai bentuk peradaban bagi masyarakat dayak, walaupun sekarang kemoderanaan diletakkan pada kecanggihan dan penguasaan teknologi. Apa artinya semua itu tanpa sebuah dasar etika dan moral.

    BalasHapus
  12. mungkin karena jauh dari perkotaan dan teknologi yg sudah banyak berkembang saat ini....serta suku dayak juga sangat kental akan budayanya hingga menutup akan teknologi yg ada sekarang...

    salam kenal n sukses selalu :)

    BalasHapus
  13. anonim : stuju dengan pendapat anda bahwa sekarang ini kemoderenan diletakkan pada kecanggihan dan penguasaan teknologi. Apa artinya semua itu tanpa sebuah dasar etika dan moral? Masyarakat Dayak adalah masyarakat yang berbudaya menghargai alam dan mementingkan persaudaraan dan kefotongroyongan, kelestarian alam adalah kelestarian budaya suku Dayak.

    BalasHapus
  14. permisi...numpang cari wa2san tntng dayak.

    BalasHapus
  15. sips.. Nmbah wawasan gue

    BalasHapus
  16. Nah, ente sudah tahu permasalahannya apa. Sekarang cari cara bagaimana bisa membuat suku dayak lebih bisa dikenal dan berkembang. Ya tentunya harus dipertimbangkan menyisipkan unsur teknologi dalam setiap aspek kehidupan mereka bro.

    BalasHapus
  17. seharusnya kita bangga memiliki mereka karena mereka masih dapat mempertahankan budaya asli daerah mereka yg dapat diperkenalkan ke bangsa lain asalkan pemerintah mau mendukungnya..

    BalasHapus
  18. Bang Dwi : Makasih masukannya bang
    Travel : Ya, tentunya perlu dukungan dari pemerintah juga.

    BalasHapus
  19. q hmpir 10th lebih hdup di borneo,,dari orang kutai,,orang banjar,,orang dayak paser,,,banuak,,,kayan,,,iban,,bidayuh,,,dan ahe yg terkenal katanya makan jantung manusia,,,huiii suerem,,,semua prnah aq gauli,,,campur,,,bersosial berbaur n bersahabat,,,bahkan aq pernah 1th pacaran dngn cewe dayak ahe,,,sayang belum jodoh..gak ada tuh ke primitifan dari mereka,,,bahkan di rumah panjang se x pun aq liat dah pada maju pemikiranya,,dah modern,,,ya walau masih bnyak simbol2 yg nunjukin kalo mreka primitif,,,spt di ruang khusus yg tersimpan bnyak tengkorak manusia hasil ngayau mungkin,,,suerem pokoknya,,,ada mumi juga,,,mistiknya jg kuat,,,
    jujur,,,q lum tau gemana sebenernya sejatinya dayak,,,walau 10th q di borneo,,,krna dayak bnyak bngt jenisnya,,,makanya karakter asli mereka pun q lum tau persis,,kebetulan orang2 dayak yg selama nie q kenal mreka baik2 semua,,,santun,,ramah n modern,n menerimaku dngn baik walau q darah jawa,,,seperti keluarga ceweku dulu yg dayak ahe,,mreka baik bngt,,walau penampilanya suerem,,kyak abang caweku yg matanya merah krn tiap hari mabuk minum tuak,,bnyak tatonya serem pokoknya,,,tpi hati mreka baik n ramah kok,,,spti wktu perang dayak vs madura,,abang ceweku ikut perang,,,tpi ibu dan bpanya di rumah malah sibuk nylametin bayi2 n wanita hamil orang madura ke hutan2,,,mreka tolongin,,ya walau ujung2nya ketangkap jg ama pasukan dayak yg berikat kepala kain merah,,n di bunuh jg,,,huftt kasian,,,mga aja jngn sampe trulang lagi lah,,,amien,,,itu cerita fakta dari keluarga cewekq dulu,,Emiliana,,,,
    tah dayak primitif tah ndak,,,mungkin tergantung dari yg menilai kyak nya ya,,,tpi yg jelas menurutq Dayak itu baik n beretika....
    mhon 5f bila ada salah dalm comentq ini.
    salam damai berbineka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dayak itu baik n beretika. Sekian... hehehe terimakasih sobat

      Hapus

Terimakasih telah membaca dan menjadi pembaca yang baik. Apapun tanggapan anda, itu mungkin benar menurut anda, tapi apa yang saya tulis adalah hasil dari pemikiran saya, jadi silahkan ungkapkan pendapat anda tentunya dengan meninggalkan nama, bukan anonim.