Natalius Abidin |
3:00:00 AM |
10
Tanggapan
Kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Tayan Hilir khususnya dengan masuknya berbagai macam perusahaan maupun di industri di kota kecil ini, yang sebentar lagi akan disebut sebagai "Tayan Kota Industri." Namun apakah hal ini akan berdampak baik bagi masyarakat tayan itu Sendiri ?
Sebut saja Proyek CGA PT. Aneka Tambang, Tbk yang disebut-sebut sebagai proyek pertambangan alumina terbesar di Indonesia, yang menjadi harapan masyarakat sekitar untuk dapat memperbaiki taraf ekonominya, setidaknya dengan mendapatkan pekerjaan di sana. Namun apakah hal ini terwujud? Tanyakan pada masyarakat sekitar, apakah perusahaan-perusahaan di sekitar mereka sudah menyerap tenaga kerja dari daerah dimana perusahaan itu beroperasi? Banyak yang menjawab belum. Mengapa hal ini bisa terjadi? apakah karena skill atau Sumber Daya Manusia masyarakat sekitar yang tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan perusahaan tersebut, atau memang adanya penyebab yang lain ? Tentu hal ini menjadi problematika sendiri, masyarakat sekitar menuntut untuk dapat di pekerjakan, dan perusahaan dengan berbagai alasan ( termasuk alasan kurangnya kualitas SDM masyarakat sekitar ) tidak mempekerjakan masyarakat sekitar tersebut.
 |
| Tayan dari Udara |
Selain itu, akan ada dampak lain sehubungan dengan kehadiran perusahaan-perusahaan pertambangan, perkebunan kelapa sawit, dan industri lainnya yang merambah wilayah Tayan Hilir (khususnya) ini, sebut saja yang akan paling mengkhawatirkan adalah permasalahan lingkungan. Dengan dibangunnya industri apalagi dalam skala besar tentu akan mempunyai limbah industri, dan limbah tersebut seharusnya ditangani secara baik dan terencana agar dapat menghindari ( sebenarnya hanya mengurangi ) dampaknya pada lingkungan. Pemerintah seharusnya mengkaji terlebih dahulu AMDAL ( Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ) setiap perusahaan yang akan meminta ijin untuk dapat mendirikan industrinya, dalam hal ini pemerintah Kabupaten Sanggau. Apabila sebuah perusahaan sudah diberi ijin untuk dapat membangun industrinya berarti perusahaan tersebut sudah layak dan AMDAL yang mereka ajukan sudah diterima, namun apakah pelaksanaannya (nanti) akan sesuai ? semuanya masih dalam pertanyaan, sebab untuk saat ini sejauh penglihatan saya, belum terasa dampaknya, entah 5 tahun kedepan, atau 10 tahun, atau 20 tahun ke depan. Tetapi yang pasti terjadi adalah polusi air, udara, maupun suara akan terjadi di kota kecil nan asri (dulu) ini.
Apakah masyarakat Tayan Hilir sendiri sudah siap dengan segala keuntungan serta resiko yang akan dihadapi kedepan?
Apakah masyarakat Tayan Hilir sudah menyiapkan SDM nya yang layak dan handal yang siap menjadi pekerja yang dapat dipakai oleh berbagai perusahaan tersebut? seperti halnya SDAnya yang sangat kaya tersebut, yang siap dikeruk habis-habisan oleh para investor yang menanamkan uangnya di berbagai perusahaan itu?
Atau, masyarakat Tayan Hilir akan menjadi penonton di tanahnya sendiri ? menyaksikan tanahnya di keruk tanpa dapat menikmati hasil tanah dan buminya? ( NA )
Category:
celoteh,
Pemikiran Diri,
Reportase
siapa tau nasibnya ndak jauh beda dgn papua?
BalasHapusSepertinya, tp smga saja tidak.Sepertinya, tp smga saja tidak.
BalasHapusnampaknya problem di negara ini serupa. masyarakat tidak lagi dijajah oleh bangsa asing tapi dijajah oleh bangsa sendiri dengan kekuatan uangnya.
BalasHapusnice post :)
BalasHapusSangat bagus opini sdr. Natalius ini, sbg putra daerah inilah lahan perjuangan untuk mengangkat harkat putra daerah agar kekayaan alam yang diwariskan YME tidak hanya dinikmati oleh pemodal2 kuat yg nota bene bangsa sendiri(ANTAM)tapi juga dinikmati oleh anak bangsa yang dititipkan kekayaan alam ini(orang Tayan) adalah TABU bagi org Tayan kalo hanya jadi penonton saja, kekayaan alamnya dilahap oleh kekuatan pemodal saja.Penting persatuan dan kekompakan putra Tayan untuk menjaga marwah warga ini.
BalasHapus@M.Firmansyah : Nampaknya begitu kawan, penjajahan jaman sekarang dilakukan oleh Uang.
BalasHapus@Anonim : Trims sudah berkunjung serta berkomentar, trims juga atas apresiasinya. Ini hanya pendapat saya, yang saya curahkan di blog pribadi kesayangan saya ini. Salam
yang bisa menjawab itu semua hanya lah masyarakat tersebut dan semua yang berkaitan mau dibawa kemana...?
BalasHapusseperti lagu Mau Dibawa Kemana "Armada"
dulu sekitar tahun 2007-2008 saya sering kali lewat tayan mas. Ada kerjaan yang mengharuskan saya lewat tayan....
BalasHapuseh, jalan lintas tayan yang sekitar 30kilo itu sudah selesai semua belum ya ???
semoga perusahaan2 besar bisa memberi nilai bagi masyarakat sekitar, tidak hanya menjadi perpanjangan taring kapitalisme saja :)
BalasHapus@kodok : mau dibawa ke ketandusan
BalasHapus@blogger Bahagia : sekarang sudah di aspal semuanya Mas. Tinggal 3 Km aja yg belum
@Jarwadi : Iya, semoga saja mas.