Bagi masyarakat Kota Pontianak Nama PANGSUMA sudah tidak asing lagi karena merupakan nama gelanggang olahraga paling populer di kota ini, yakni GOR Pangsuma. Tidak hanya itu, di berbagai ibukota kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat juga mengabadikan nama "Pangsuma" sebagai nama jalan di dalam kota, serta menjadi nama Bandar Udara di Kota Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu. Lalu siapa sebenarnya Pangsuma ini ? mengapa namanya begitu populer di Kalimantan Barat.

Cerita Perjuangan rakyat Kalimantan Barat dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Negara ini belum banyak di angkat dalam bentuk tulisan maupun sangat jarang terdengar melalui cerita dari mulut ke mulut, sehingga menyebabkan tidak banyak orang yang tahu tentang sosok Pangsuma ini, yang merupakan tokoh pejuang lokal di Kalimantan Barat.

Setelah beberapa saat mencari tahu tentang asal-usul serta cerita mengenai siapa tokoh Pangsuma ini saya mendapatkan beberapa sumber, salah satunya adalah sumber tulisan dari sebuah Group di Facebook yakni  KAMEx ( Komunitas Fesbux'ers MELIAU) dan mendapati sebuah topik diskusi yang ditulis oleh Nak Niknuk yang berjudul Kisah PANGSUMA, serta berbagai sumber lainnya ( lihat sumber di bagian bawah).
Tokoh Pangsuma, sebenarnya hingga kini tak ada yang dapat memastikan di mana dan kapan ia lahir. "Namun menurut penuturan cucu pengawal Pangsuma, Sera, atau lebih dikenal dengan Pang Ronda, menuturkan bahwa Pangsuma berasal dari dusun di Kecamatan Toba bernama Nek Bindang. Pangsuma merupakan nama panggilan, dalam Bahasa Meliau merupakan penggabungan dua suku kata yakni Pang berarti bapak dan Suma adalah nama anaknya." (Sumber : https://www.facebook.com/topic.php?uid=125109351793&topic=9019).


Makam Pangsuma yang terletak di Kota Meliau
Cerita dibawah ini sepenuhnya menurut sumber adalah penuturan dari "Pang Ronda" dari cerita mulut ke mulut orang tua dan kakeknya
Konon Pangsuma berjuang dalam membebaskan negerinya dari penjajah hanya dengan berbekal keberanian dan sebilah Sabur (sejenis mandau/parang panjang), Pangsuma berhasil membunuh pimpinan Jepang di tiga lokasi yakni Sekucing Balai Bekuak (sekarang terletak di perbatasan Kabupaten Ketapang dan Kecamatan Toba Kabupaten Sanggau), kedua di Desa Kunyil Kecamatan Meliau dan ketiga di pusat Kota Meliau sendiri yang merupakan basisnya Jepang. Oleh karena keberhasilannya tersebut Pangsuma merupakan sosok yang oleh Jepang dianggap membahakan kedudukannya, untuk itu Jepang membayar teman seperguruan Pangsuma untuk membunuh Pangsuma. Pangsuma ditembak bersama adiknya, namun sang adik dapat menyelamatkan diri, tetapi perjuangan Pangsuma berakhir dengan meninggalnya beliau di bawah jembatan, yang saat ini berlokasi disebelah dermaga Meliau dan tidak jauh dari tempat itulah Pangsuma dimakamkan. Kini berdiri sebuah tugu yang diberi nama Tugu Pangsuma.


Menurut Sumber lain ( http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara_(1942-1945) ) Pangsuma melakukan perlawanan terhadap Jepang dengan bergerilya untuk mengganggu aktivitas Jepang di Kalimantan. Sampai meletuslah sebuah peperangan yang disebut Perang Majang Desa ( April-Agustus 1944) di daerah Tayan-Meliau-Batang Tarang (Kabupaten Sanggau). Perang meletus karena disebabkan karena adanya pemukulan Jepang terhadap salah satu tenaga kerja Dayak di antara sekitar 130 pekerja oleh pengawas Jepang, pada sebuah perusahaan kayu Jepang, perang ini menyebabkan korban sekitar 600 pejuang kemerdekaan dibunuh oleh Jepang, termasuk salah satunya Pangsuma.


Kisah perjuangan rakyat lokal Kalimantan Barat yang semestinya diketahui oleh para generasi yang telah menikmati kemerdekaan di masa sekarang justru sering terlupakan. Semoga bangsa ini tetap menghargai jasa para pahlawannya, yang telah mengorbankan nyawanya untuk merebut serta mempertahankan kemerdekaan negeri ini.


Source :
- https://www.facebook.com/group.php?gid=125109351793 : Group Facebook KAMEx ( KoMunitas fEsbuX'ers MELIAU.
- https://www.facebook.com/topic.php?uid=125109351793&topic=9019
- http://id.wikipedia.org/wiki/Pang_Suma
- http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara_(1942-1945)

Image Source :

1 Tanggapan:

Terimakasih telah membaca dan menjadi pembaca yang baik. Apapun tanggapan anda, itu mungkin benar menurut anda, tapi apa yang saya tulis adalah hasil dari pemikiran saya, jadi silahkan ungkapkan pendapat anda tentunya dengan meninggalkan nama, bukan anonim.