Uang, merupakan salah satu benda paling penting bagi manusia dewasa ini. Bagaimana tidak? Uang adalah alat tukar yang sealalu digunakan dimanapun di seluruh bumi ini.

Banyak cara manusia menghasilkan uang untuk dapat ditukarkan dengan pelbagai kebutuhan baik itu kebutuhan primer maupun kebutuhan lainnya, dengan kata lain seolah-olah manusia sekarang bergantung dengan uang. Cara manusia untuk menghasilkan uang baik dengan cara bekerja agar dapat gaji atau upah, maupun berusaha dengan mendapatkan keuntungan dari barang atau jasa yang ditawarkan kepada konsumen lain atau para pelanggannya.

Untuk cara pertama manusia hanya membutuhkan tenaga, skill atau kemampuan serta bakat yang ia miliki agar dapat dibayar untuk melakukan pekerjaan atau berprofesi sebagai profesi tertentu di berbagai bidang.

Cara kedua adalah berusaha, atau membuka usaha. Cara ini selain bakat dan kemampuan, modal juga dibutuhkan di dalamnya.
Sumber Gambar : KreditAja.com
Seseorang dalam mendapatkan modal untuk membuka usahanya dengan berbagai cara, misalnya dengan mengumpulkan upah atau gaji yang ia dapatkan dari hasil bekerja ataupun dengan pinjaman baik itu berupa Pinjaman Pribadi ataupun meminjam dari bank dan memanfaatkan adanya fasilitas Kredit Usaha Rakyat yang dikhususkan bagi pengusaha kecil dan menengah.

Para calon wirausaha atau pemilik usaha biasanya dalam mengawali usahanya sedikit kebingungan dalam upayanya mencari pinjaman, biasanya mereka saling bertukar informasi atau bertanya pada seniornya yang terlebih dahulu berwirausaha dalam mencari pinjaman awal untuk memulai usahanya. Tetapi dijaman serba modern seperti saat ini, yang dimana segala bentuk informasi dipermudahkan bagi manusia oleh adanya Informasi Teknologi berupa Internet, para calaon pewirausaha sebenarnya tidak perlu lagi kesusahan mencari informasi untuk mendapatkan pinjaman, sebab sudah adanya layanan gratis dari kreditaja.com  yang dapat membantu mereka mencari pinjaman dari bank-bank penyalur kredit. Oh ya, saya menemukan situs ini saat saya sedang iseng browsing mencari cara meminjam uang dari bank.

Perlu dicatat bahwa situs tersebut bukan memberikan pinjaman kepada para calon peminjam tetapi KreditAja.com merupakan tempat dan direktori online di mana Anda dapat membandingkan produk-produk pinjaman yang ditawarkan oleh bank, lembaga keuangan, dan kreditur berlisensi. Situs KreditAja.com mendapat komisi dari bank penyalur kredit tanpa membebankan biaya lagi kepada para calon peminjam, praktis dan menguntungkan bagi para calon peminjam bukan? dan situs ini cukup membantu para calon peminjam.

Selain untuk membuka usaha, kita juga dapat meminjam untuk dapat membeli rumah atau kendaraan dengan batas pinjaman Rp. 5 Milyar dengan bantuan situs ini, sekali lagi layanan yang didapatkan dari situs ini adalah gratis.

Mengenai jenis pinjaman yang ingin anda ajukan, berbagai jenis pinjaman dapat anda sesuaikan dengan kebutuhan anda tentunya dengan bantuan situs yang saya temukan tersebut. Saat menulis ini saya juga sedang mencari jenis pinjaman yang saya butuhkan agar saya dapat segera mewujudkan mimpi saya memiliki sebuah usaha, semoga saja apa yang saya inginkan dapat terwujud, Semoga. (NA)

Blogger perlukah berkomunitas? Pertanyaan saya ini mungkin sedikit mengguris hati para penggiat komunitas blogger dimana saja berada asal masih berada di Indonesia. Mengapa?

Komunitas-komunitas blogger di Indonesia tumbuh pesat dan bahkan banyak bermunculan komunitas-komunitas blogger baru dimanapun di Indonesia ini, entah itu komunitas yang memang real untuk tujuan berinteraksi sesama blogger maupun tujuan lainnya, ya langsung sebut saja untuk "Menyaingi" komunitas yang telah ada dan berkembang. Tak jarang juga komunitas-komunitas baru tersebut tumbuh berkembang dan kemudian mati, cocok istilah hangat-hangat tahi ayam disematkan.

Kenyataan adanya adu kuat antar komunitas blogger tersebut memang ada, dan benar terjadi. Entah apa sebabnya? mungkin saja oleh karena ego para inisiatornya atau ketidaksepahaman antar penggiat yang ada di dalam sebuah komunitas kemudian keluar dari komunitas dan berusaha membentuk komunitas baru yang lebih ingin menyaingi komunitas lamanya.

Itu tentang komunitas-komunitas blogger di berbagai daerah. Untuk daerah yang tak pernah terjadi demikian saya hanya bisa memohon maaf, sebab tak selamanya opini ini benar.

Lalu berbagai event berkaitan dengan Social Media Enthusiasts pun terkadang ada kesan saling saingan, masih ingat kejadian adanya acara NgopiKere dan ASEAN Blogger Festival 2013 yang masih fresh di dalam ingatan, yang persis sama tanggal pelaksanaannya, ada kesan ada blok-blok tertentu antar sesama blogger dalam negeri ini. Bukan bermaksud membandingkan atau mencap adanya blok-blokan para blogger.

Lalu apa kabarnya lagi Pesta Blogger yang kemudian ganti nama menjadi ON|OFF ID dan Blogger Nusantara yang eventnya dilaksanakan di luar kebiasaan yakni diadakan di kota lumpur Lapindo? yang saya tangkap kesannya hidup hanya saat adanya yang mau nampang nama atau brand. Memang dalam sebuah event perlu yang namaya sponsor. Lain cerita jika memang event tersebut di inisiasi oleh brand tertentu dan dalam rangka promosi khusus. Habis promosi maka tak ada lagi evet tersebut.

Masihkah blogger perlu berkomunitas? Selama tujuannya saling berbagi dan membantu dan untuk ajang silahturahmi tanpa ada niatan Menyaingi, saya rasa masih amat perlu. Salam (NA)

Seperti yang dilansir detikNews (7/5) Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono akhir Mei mendatang direncanakan akan menerima Anugerah "World Statesmen" dari sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di New York, The Appeal of Conscience Foundation. Anugerah "World Statesmen" yang diberikan oleh Appeal of Conscience Foundation, yang merupakan sebuah organisasi yang mempromosikan perdamaian, demokrasi, toleransi, dan dialog antar kepercayaan yang berada di Amerika Serikat.

Lalu pantaskah SBY menerima anugerah tersebut? Sementara di dalam negeri kita sendiri masih banyak kasus kekerasan beratasnamakan agama dan kepercayaan yang belum mampu diatasi oleh pemerintahan SBY.

Sebut saja berbagai Kasus Ahmadiyah, kasus penganut Syiah di Madura serta Kasus Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin dan Philadelfia yang sampai detik ini belum jelas keputusan penanganannya oleh pemerintahan SBY. Maka oleh karena itu layakkah Presiden SBY menerima penghargaan sebagai salah satu pemimpin terbaik dalam hal toleransi beragama sementara di dalam negeri sendiri masih banyak kasus intoleransi atas nama agama dan keyakinan.

Rabu siang sekitar pukul 11, saya bersama saudara saya Daniel mampir kesebuah warung makan tepian jalan di Jalan Parit H. Husein 2 Pontianak atau biasanya disebut Jalan Paris 2 oleh warga lokal Pontianak. Awalnya saya hanya menganggap warung makan ini biasa saja seperti halnya warung makan di tepi jalan lainnya, namun ada yang berbeda setelah selang beberapa saat.

Warung makan yang letaknya tak jauh dari Masjid Quba Paris 2 Pontianak ini (lebih kurang 100 Meter sebelumnya) tampilannya memang seperti warung makan tepian lainnya, biasa. Tetapi ada yang tak biasa, ternyata menu makanan yang ditawarkan adalah menu juara. Harganya memang standar juga sama seperti warung makan lainnya, tetapi yang juara adalah citarasanya.

Sebut saja menu andalan dari Mie Paris Pontianak ini, Mie Pangsit Ayam Jamur. Mie Pangsit Spesial ini  tersedia dua pilihan yakni Mie Pangsit Jamur Pedas dan Mie Pangsit Jamur Bakso, walaupun juara dan spesial harganya juga standar, cukup puas menikmatinya dan tidak menguras dompet, cocok juga untuk tempat makan bersama sang pujaan hati. (lain kali mau bawa do'i ah makan disini).

Mie Pangsit Spesial ala Mie Paris Pontianak + Bubur Ayam
Selain Mie Pangsitnya yang juara menu kedua yang juga menurut saya juara yaitu Nasi Goreng Kampung, sedikit berbincang dengan pemilik Mie Paris Pontianak ini yaitu bang Aris Kurniawan, ternyata bumbu untuk masakkannya ini spesial khas Brunei lho, mungkin karena ini Nasi Goreng Kampungnya terasa gurih dan beda dengan nasi goreng biasanya.
 
Nasi Goreng Kampung
Dari perbincangan dengan pemilik "Mie Paris" yaitu bang Aris Kurniawan sang Pengusaha Kuliner Pontianak ini dulunya ia seorang karyawan lho di sebuah perusahaan Retail ternama di Indonesia dan di posisi yang bagus pula, untuk sebagian orang merupakan posisi idaman. Tapi bang Aris cukup ekstrim berani keluar dari Comfort zone-nya dia demi berwirausaha dan membuka warung makan Mie Paris Pontianak Ini. Dua jempol untuk bang Aris.
Bersama Dwi Wahyudi dan Aris Kurniawan
Selain mie pangsit dan nasi goreng kampung yang merupakan menu juara dari "Mie Paris" masih banyak lagi menu lainnya dengan kualitas rasa yang juga juara akan tetapi harga yang ditawarkan tak menguras kocek anda terlalu dalam, untuk menu makanannya anda cukup merogoh kocek antara 7000 Rupiah sampai dengan 15.000 Rupiah saja untuk satu porsinya. Lumayan bukan?
@MasBetutu_ dan @Andreasric
Dengan kehadiran "Mie Paris" yang berada di Jalan Paris 2 Pontianak ini menambah lagi satu tujuan tempat makan yang tentunya cocok untuk dijadikan referensi tempat makan di pinggiran jalan yang enak kepada para sahabat. Selain itu menambah semarak dunia kuliner di Kota Khatulistiwa ini. Selamat mencoba. (NA)
 
Internet dan Pornografi. Apa korelasi antara kedua kata tersebut? Sebenarnya kedua kata tersebut sangat tidak memiliki korelasi yang erat. Hubungan atau korelasi diantara keduanya hanyalah objek dan alat. Pornografi adalah objek yang disebarkan dengan alat atau media internet.

Apa itu Pornografi, dikutip dari Wikipedia, pornografi adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia secara terbuka (eksplisit) dengan tujuan membangkitkan birahi (gairah seksual). Penggambaran pornografi dapat menggunakan berbagai media seperti teks tertulis maupun lisan, foto-foto, ukiran, gambar, gambar bergerak (termasuk animasi), dan suara seperti misalnya suara orang yang bernapas tersengal-sengal.

Dahulu media untuk menyebarkan pornografi melalui lukisan seperti gambar di atas yaitu sebuah lukisan di tembok kota Pompei, sebuah kota yang hilang di Italia. Dapat juga melalui majalah maupun tulisan-tulisan cerita pendek dan ucapan lisan dari mulut ke mulut, salah satu majalah yang populer menyebarkan pornografi adalah majalah Playboy sejak era 1950-an.

Dewasa ini seiring berkembangnya jaman dan teknologi Pornografi semakin menjamur dan mudah diakses oleh berbagai kalangan yakni melalui perantara internet, segala macam bentuk pornografi tersebar di internet mulai dari teks tulisan sampai kepada audio visual berupa film dewasa yang dengan gampang di konsumsi publik termasuk anak-anak yang pada dasarnya tidak boleh sama sekali menikmati hiburan seperti pornografi tersebut.

Apa daya, Internet dan Pornografi nampaknya selalu akan sejalan seiringan walaupun banyak upaya untuk mencegahnya dan membatasi akses konten pornografi seperti pemblokiran situs-situs dengan konten pornografi, merancang dan mengesahkan berbagai undang-undang terkait pornografi dan ITE dan berbagai upaya lainnya. Sekarang tinggal kesadaran masing-masing pengguna internet saja yang mampu mencegah dan menangkal pornografi tersebut. Salam (NA)

Sumber dan Sumber Gambar :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pornografi

Setiap kali membeli koran pagi, ada hal yang menarik bagi saya di dalam koran yang saya beli, bukan tentang artikel atau pemberitaan utamanya (headline) yang membuat saya tertarik, tetapi beberapa iklan baris  yang salah satunya memajang atau memuat iklan properti. "Rumah Dijual" atau "Dijual Rumah" bahkan ada yang tertulis SEGERA. Penjualan pun ada yang menggunakan perantara agen properti dan ada juga yang dijual langsung tanpa perantara.

Lantas, mengapa saya selalu tertarik melihat iklan properti atau iklan rumah dijual setiap kali saya membeli atau membaca koran? Hanya satu alasannya, yakni sebuah keinginan yang belum tercapai.
Impianku, sederhana ! memiliki rumah
Selama hidup saya boleh dikatakan saya belum pernah tinggal atau memiliki rumah yang dapat dikatakan bagus, apalagi mewah. Sejak kecil hidup dan tinggal di rumah sederhana bersama keluarga tercinta dan perasaan teramat bahagia walaupun hanya sekedar rumah sederhana, saya membayangkan akan lebih bahagia lagi tinggal dirumah yang cukup bagus.

Mengenai mimpi atau keinginan untuk memiliki rumah bagus tentu masih belum terwujud hingga kini, namun yang namanya mimpi mesti harus saya kejar, dan saya juga yakin dan optimis akan dapat mencapai mimpi atau keinginan saya tersebut kelak. Amin (NA)

Sumber Gambar :

Seperti yang saya tulis sebelumnya "SBY Pun Ngetwit" bahwa dalam waktu dekat ini, SBY akan menyampaikan sendiri apa akun miliknya di twitter, Sabtu (13/4) Presiden SBY telah meluncurkan akun resmi milik pribadinya.

Dikutip dari Metrotvnews.com,  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi  meluncurkan akun twitter pribadi milik beliau yakni @SBYudhoyono, Sabtu malam (13/4).

"Akun Resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dikelola oleh Staf Khusus Presiden Republik Indonesia. Twit dari Presiden ditandai *SBY* " adalah kutipan Bio dari akun tersebut, yang berarti twit yang bertanda *SBY* langsung ditulis oleh Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

Berikut sapaan yang ditulis SBY untuk Rakyatnya melalui akun Pribadinya :

Efektifkah Twitter bagi SBY untuk dapat memperluas jangkauan komunikasinya dengan Rakyat ?
Salam (NA)


Sumber :
- http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/04/13/1/146493/Ini-Akun-Twitter-SBY 
- https://twitter.com/SBYudhoyono 

Presiden Republik Indonesia yaitu Susilo Bambang Yudhoyono pun akhirnya ngetwit melalui Akun Istana Untuk Rakyat ( @IstanaRakyat ) yang dibuat pada 30 Maret 2013 dan langsung terverified oleh pihak Twitter, Eits tapi jangan salah kira terlebih dahulu, akun @istanaRakyat ini sebenarnya bukanlah akun pribadi milik Bapak SBY, tetapi ini adalah akun yang dikelola oleh staff Istana Kepresidenan Republik Indonesia, yang artinya ini adalah akun resmi Istana Negara dan bukan Akun Pribafdi Bapak SBY.

Lalu akun pribadi pak SBY yang sebenarnya mana? apakah @S_B_Yudhoyono, @presidenRI, @presidenSBY, @soesilobambang, @susilobambang_y atau @sby_indonesia ?

Jangan terkecoh dulu para pencandu dunia garis waktu akun-akun diatas ternyata bukanlah milik pak SBY, entah siapa yang telah membuatnya, sampai saat ini akun pribadi milik Pak SBY belum ada, tetapi katanya dalam waktu dekat ini, SBY akan menyampaikan sendiri apa akun miliknya di twitter.


Wah..wah..wah apakah Pak SBY juga akan mengikuti jejak Barack Obama yang juga ngetwit dan memanfaatkan jejaring sosial yang satu ini untuk menaikkan popularitas dan untuk jalur komunikasi antara rakyatnya dengan sang presiden? Dengan ngetwit berarti Pak SBY akan siap menerima kritikan yang akan langsung dibaca oleh beliau dari rakyatnya dong? Sebagai Rakyat yang hidup di negara yang katanya menjunjung tinggi Demokrasi ini tentunya boleh dong kita menyampaikan kritik dan saran kita kepada sang presiden, tetapi kritik yang akan kita sampaikan boleh kok keras, kritis juga sangat boleh, tapi sebaiknya jangan maki-makian yang kita lontarkan, kita kan negara timur yang juga katanya tahu adat sopan santun, betul tidak? Salam (NA)


Pas buka Facebook tadi aku mengingat masa kecilku, sebab foto untuk Profil yang ku gunakan sekarang adalah foto keluarga saat aku masih kecil, seingatku saat itu baru kelas 1 SD.


Masa kecilku sungguh indah, kami empat bersaudara yang terlahir dengan jarak umur yang tidak jauh antar 1-2 tahunlah yang membuat masa kecil itu sangat indah, tak jarang perkelahian antar anak-anak sesama saudara menghiasi keseharian kami, maklum kami berempat semuanya adalah laki-laki dan jagoan pula, hehe.

Foto di atas diambil di sebuah desa di Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau Kalbar, yakni di Desa Sejotang. Kami sekeluarga tinggal di desa tersebut selama lebih kurang 5 tahun, sebab aku bersekolah di SD yang ada di desa tersebut hingga kelas 5 caturwulan pertama, di caturwulan kedua kami sekeluarga pindah ke Ibukota Kecamatan.

Foto tersebut diambil dari depan rumah dinas guru Sekolah Dasar, sebab ayahku adalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang bertugas sebagai tenaga pengajar alias guru di desa tersebut.

Di rumah dinas yang kecil dan amat sederhana itulah aku menghabiskan masa kecilku, tak seperti kebanyakan anak-anak lain yang masa kecilnya bahagia karena banyaknya mainan yang dipunyai, kami bersaudara bahagia dengan masa kecil kami yang penuh dengan cerita kehidupan sebagai anak desa. Mainan kami adalah tumpukan pasir putih yang terhampar di depan rumah, yang kadang kami bangun benteng-benteng laksana benteng sebuah kerajaan, dan setumpuk pasukan yang kami anggap pasukan padahal hanya potongan-potongan lidi kelapa, kami buat seolah-olah seperti kerajaan sungguhan, ada raja, ada perdana menteri, ada panglima perang, ada prajurit dan juga ada peperangannya, bermain sekaligus bersandiwara. Permainan ini mungkin kami ilhami dari banyaknya serial kolosal yang tayang di televisi Indonesia kala itu.

Masa kecilku yang teramat menyenangkan, sesekali aku kembali melihat rumah itu sekarang, namun keadaannya sudah berbeda, rumah kami (rumah dinas) itu hambir ambruk sekarang, saatku menjenguk rumah itu beberapa waktu yang lalu, aku tersenyum. (NA)